My Thoughts, Life Updates, Photos, Writings

Showing posts with label My Thoughts. Show all posts
Showing posts with label My Thoughts. Show all posts

Thursday, January 3, 2019

My Thoughts | Body Shaming

Halo para pembaca setia blog kuuuu! Hihihi apa si sok asik deh. Mohon maaf aku sempat hiatus sejenak dari blog dikarenakan laptop ku sedang bermasalah, dan sekarang aku bisa kembali menulis untuk kaliaaan. Hihi senangnya. :D

Pake sapaan gue, lo aja deh ya. Biar lebih akrab keliatan nya hihi..
Topik yang kali ini mau gue ambil untuk 'my new blog post' (asek) adalah tentang Body Shaming.
Kalian tau Body Shaming? Atau belum tau sama sekali apa itu Body Shaming? Gue mau nanya dulu deh, kalian pernah ga, misalnya, memposting foto di sosmed entah itu di Instagram, FB, LINE, dll terus kalian dapet komen kayak :
"Kok gendutan?"
"Kok kurusan sih?"
"Ih gendut ya kamu,"
"Kok kurus banget? Ga pernah makan ya?"
"Itu badan apa gentong?"
dan sebagainya.

Nah, komen-komen kayak gitu tuh, yang merujuk ke arah fisik/tubuh/our physical appearance yang banyak orang ga sadar kalo itu adalah "komen yang bener2 menyakitkan" itu udah termasuk Body Shaming, temen-temen. Fyi aja, ketika kita komen tentang fisik/tubuh orang lain apalagi sampe Body Shaming-in orang, kita bisa kena Undang-Undang seperti yang bisa kalian lihat di foto di bawah ini :



Serem kan, hukuman nya? 

Karena menurut gue gini loh, orang yang punya dan pake sosial media, pengguna sosial media, sekarang-sekarang ini mereka kayak kehilangan 'tata cara nya bersosmed' dan belum memanfaatkan sosial media itu dengan baik. Mereka belum bisa mem-filter mana yang baik dan mana yang buruk. Ga cuma di sosmed aja deh, di dunia nyata kita juga masih suka ngehina/ ngeledek fisik nya orang lain kan? Masih suka membully atau bahkan ngata2in dengan sebutan2 yang bener2 inaproppriate. Gini loh, semua nya itu ada aturan nya, semua itu ada tata cara nya. Kalo kalian gabisa dikit aja, ngerem tu mulut, bisa jadi orang yang kalian hina itu sakit hati, orang tuh punya perasaan ya, orang yang masih punya hati nurani, ya pasti sakit hati kalo di ledek, di hina, apalagi sampe dipermaluin. Gue sendiri masih ga paham sama orang yang kalo ngomong asal nyablak aja, ga dipikirin dulu, ga disaring dulu. Apakah dari omongan nya itu bermanfaat? Atau malah menjatuhkan orang lain? Bukankah di agama juga diajarin kalo kita gaboleh saling menghina, apalagi mencari-cari kejelekan orang lain?
Semoga kalian bisa memahami dari gambar diatas. Jujur, gue sendiri miris klo ada orang yang mulut nya gabisa di rem. Menggambarkan bahwa otak nya gaada isinya dan menggambarkan kualitas orang itu sendiri. Kembali ke topik Body Shaming itu, 'tubuh kita adalah urusan kita.'
Yap, mau di gimanain badan kita ya terserah pribadi masing2. Ya ga sih? Itu urusan kita sendiri bukan orang lain. Kita sendiri yang ngasih makan badan kita kok malah orang lain yang sibuk, kan gitu ibarat nya. Yang penting, tubuh kita ga kita rusak dgn hal2 yang gaada manfaat nya. Dan kalo setiap ada orang yang mempermasalahin penampilan kita, tubuh kita, anggota tubuh kita, anggap aja sekedar angin lewat. Bukannya tubuh ini, badan ini adalah pemberian Tuhan? Lantas, siapakah sebenarnya yang mereka hina? Kita nya atau Tuhan yang sudah menciptakan tubuh kita? Tuhan menciptakan manusia dengan bentuk yang paling sempurna, bukan? Hehe.. 

Body Shaming ini pun ber-impact yang cukup besar. Orang yang di Body Shaming-in merasa ga percaya diri, insecure dengan tubuh dan penampilan nya sendiri, bahkan ada yang sampe diet abis2an atau sampe kegemukan. Parah ga sih temen2? Cuma berawal dari kata-kata dari mulut itu loh, yang enteng banget ngomong nya, orang yang kalian hina itu bisa jadi kyk gitu. Mulut mu, harimau mu itu tuh bener adanya. Bukan peribahasa yang ngada2. Gue sendiri pun sering kena Body Shaming. Entah itu dari keluarga, temen, dsb. Gue bisa maklum, karena gue lahir di keluarga yang dominan bertubuh kecil. Tapi walaupun begitu, ya gue normal gitu lho, gue makan nya nasi, makan teratur, sering olahraga, apa yang perlu dipermasalahin, gitu? Yaaa, Tuhan menciptakan gue/kalian ya begitu. Mau diapain lagi? Mau operasi sana-sini? Ubah ini-itu? Dosaaaa gais dosaaa. Duh..

Sudahlah, ini bukan waktu nya kita untuk merasa paling hebat, merasa paling benar, merasa paling sempurna. Just live your life, mind your own business, karena ngurusin orang lain tuh ga guna, buang2 waktu berharga kalian. Waktu yang bisa kalian manfaatin untuk hal2 yang bermanfaat malah jadi ke buang sia2 gara2 ngomentarin fisik/tubuh nya orang lain, nyinyirin orang lain, gosip in orang lain. Apa sih yang bisa kalian dapet dari itu semua? SAMPAH.

Yak. Mohon maaf apabila ada kata2 yang menyinggung hati pembaca sekalian, gue mohon maaf sebesar2nya. Semoga di tahun ini kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan bagi kalian pembaca semua, jika kalian pernah kena Body Shaming dari orang lain, kalian ga sendirian gais. You're not alone. Tetep pede sama penampilan kalian, sama tubuh kalian, karena yang dilihat bukan cuma dari fisik luarnya aja, tapi apa yang ada di dalam otak kalian.

Because...


Terima kasih sudah membaca blog gue ini sampai selesai. Semoga bisa menginspirasi kalian semua. Sampai jumpa di tulisan gue selanjutnya. Dadaaaaah!


Sekar. x

Saturday, January 13, 2018

Be An Introverted Person (Again)

Manusia itu unik. Punya kelebihan dan kekurangan nya masing-masing. Punya passion. Punya mimpi/cita-cita. Punya kepribadian nya masing-masing juga. Mungkin dari teman-teman semua udah pernah kenal istilah introvert dan ekstrovert. Terus, introvert atau ekstrovert itu apa? Kalo temen-temen mau tau lebih jelas, silahkan browsing. Banyak informasi mengenai hal tersebut. Gue gabisa jelasin satu per satu, karena penjelasan nya panjang. :D

Introvert ini udah gue sadari semenjak SMP. Gue lebih suka baca buku sambil dengerin musik daripada gabut. Ga keluar rumah 2-3 hari bukan masalah buat gue. Gue lebih suka di kamar daripada di tempat yang penuh orang. Gue sesak. Gue punya beberapa temen dan kualitas pertemanan nya gue jaga bener-bener. Gue ngobrol sama beberapa orang yang bisa nambah wawasan gue daripada haha-hihi ga jelas, nongkrong cantik sama squad nya. Dude, you spend so much time for nothing, and you feel happy from it?
Jaman sekarang dimana teknologi udah canggih. Kita bisa dapet informasi dari mana aja. Salah satu nya medsos. Medsos gue suka dipenuhi dengan ocehan-ocehan berisik dari orang-orang yang cuma nyari sensasi. Gue males ikut campur urusan mereka, karena buat apa? That's why i choose to shut my mouth all the time. Ke introvert an ini juga suka di salah pahami sama orang-orang. Mereka mengira orang yang introvert adalah orang yang ansos (anti sosial). Kemana-mana sendiri dan jarang ngomong kayak ga punya temen. Mereka berpikiran seperti itu karena 7 dari 10 populasi manusia di dunia memiliki kepribadian ekstrovert. Orang ekstrovert melihat orang yang introvert adalah sesuatu yang aneh. Judgement introvert = ansos, YOU GUYS ARE TOTALLY WRONG! Mereka introvert karena memang kepribadian nya seperti itu, kalo ansos itu udah termasuk gangguan psikologis. Begitulah keadaan gue ketika di kelas 8 SMP. Dimana ke introvert an gue udah muncul, dan di judge orang-orang gue adalah anak yang aneh. Gue mencoba untuk menghilangkan sifat tertutup gue di SMA ini dan mulai membuka diri sama lingkungan baru. Gue join beberapa organisasi di sekolah yang gue pilih berdasarkan passion dan minat gue. Gue mencoba untuk lebih aktif di kelas, make a lot of friends, etc. And suddenly, it's all back again to me. Gue ga betah berlama-lama sama banyak orang dan gue ga nyaman sama tempat keramaian. Gue lebih suka sendirian, karena gue bisa menemukan ketenangan dengan kesendirian gue ini. Semua ciri-ciri diatas, muncul lagi dalam diri gue. Dan gue merasa introvert ini memang udah nempel sama gue, ga bisa lepas. Menjadi seorang introvert gue lebih bisa mencari diri gue yang sebenarnya. Gue ga perlu nyusahin orang lain, gue jadi lebih mandiri tanpa ketergantungan sama siapa pun. And i feel proud of it.
Begitulah kira-kira cerita gue hari ini.
It's my personality, so what?

Saturday, October 21, 2017

My Thoughts | Being hits doesn't makes you famous.

Hai semuanya! Kembali lagi di sesi My Thoughts hehe. As you guys know, kalo gue nulis My Thoughts di blog, berarti ada yang lagi ganjel di pikiran gue. Tiba-tiba topik di judul terlintas di otak gue, dan gue pikir lebih dalam. Banyak yang bilang, gue itu overthinking, setiap ada masalah pasti gue mikir, entahlah, mungkin otak gue udah otomatis nyalain thinking mode nya, kali ya, ketika lagi ada yang ga beres hohoho. Oke, mari kita bahas topik ini yaa.

Being hits doesn't makes you famous. Yap.
It's all about school. Our school system. Our education condition nowadays.
Kalian pasti suka ngeliat akun-akun Instagram yang mayoritas virus hits ini cepat menjalar. Entah itu selebgram, orang yang ga dikenal, atau temen sekolah kalian. Menurut gue, si virus ini emang paling banyak nyerang anak-anak SMA, gatau dah tuh kenapa. Mungkin si virus mikirnya, "Ah, anak SMA kan masih naik-turun kepribadian nya atau masih nyari ke-GUE-an nya atau masih labil (bahasa gaul nya)". Kenapa gue ngarah si virus ini paling banyak nyerang anak SMA? Karena seperti yang gue perhatiin di akun Instagram gue, di bagian explore gue suka ngeliat akun foto-foto anak SMA gitu yang mostly, gak mencerminkan sebagai pelajar. Tau lah ya, gimana. Kemeja di crop-crop, rok di span (sengaja di ketatin), disobek samping nya. Pake make-up tebel kayak mau kondangan. Buset, neng, lo mau sekolah apa nge lenong? :'). Dan gue sendiri pun masih suka pake make-up ke sekolah, tapi gue cuma pake bedak tabur bayi sama lipbalm. Kadang pake maskara, soalnya mata gue sayu, mata lelah gitu, padahal udah usahain tidur cukup. Make-up kayak gitu, emang tebel? Kalo kata beauty vlogger, "No make up, make up look" hehehe. Satu pertanyaan gue, buat yang sengaja 'tidak memantaskan' baju seragam nya, sebagaimana mestinya, buat apa sih lo kayak gitu? Ada faedah nya emang? Atau cuma pamer bodi doang? Sekolah lo suka ada razia, atau tata tertib yang kalo lo langgar, lo dapet poin atau semacam nya ga sih? Atau jangan-jangan lo udah dapet banyak poin sampe berurusan sama BK? Kalo seragam nya udah kekecilan, beli yang baru atuh, biar enak gitu diliatnya. Jujur, gue suka enek kalo ngeliat yang kayak gitu. Dan ga mungkin kan, gue frontal ngomong gitu ke dia nya langsung depan muka. Nanti malah ribut yang ada.

Seperti itu lah contohnya.

Dan selain itu, ada yang biasa-biasa aja, ga sampe di ketatin gitu dari atas sampe bawah, tapi gaya nya tengil. Sikap nya sok-sok an. (Gue pedes banget yak kata-kata nya? hehe maapkeun)
Kalo foto, belum meletin lidah, belum afdol. Terus yang nungging-nungging syantiq gajelas. Tau deh biar apa tuh kayak gitu? Bukannya itu memancing cowok-cowok yang ngeliat jadi........... ah sudahlah. Dosa ngalir terus coy, hehehe. Dalam agama, juga ada hukum nya bukan? Lambang lidah keluar itu apa. Emang mau disamain sama itu? Yang masih waras sih, ogah ye. :p
Inti nya mah, itu semua gabakal bikin lo berprestasi. Gabakal bikin lo famous. Pilih aja nih, famous karena hits, dikenal banyak orang, dikenal guru-guru karena bolak balik ruang BK, followers atau likers lo sampe triliunan pun, jadi topik hangat bahan gibahan temen satu sekolah lo, karena kelakuan lo yang bisa dibilang kampungan, ga guna sama sekali. Cuma buat kesenangan sesaat. Nyari sensasi udah kayak artis. Ckckckck. Temen gue yang dulunya satu pengajian, kalem, diem. Pas masuk SMA, kebetulan satu sekolah, buset dah... 1:100000000000000, berapa dah tuh wkwk. Ternyata si virus ini emang cepat berkembang dalam diri seseorang.
Atau, famous karena prestasi lo. Naik ke podium atau depan lapangan megang piala/medali. Salaman sama kepala sekolah, terus foto untuk dokumentasi. Dan lo ngerasain sendiri, kebanggaan, kepuasan atas apa yang selama ini emang udah jadi mimpi lo. Menginspirasi temen-temen lo, kayak "Eh gue bisa dong, ayo sini nyusul. Jangan mau kalah, kalo gue bisa, lo juga harus bisa." Dikenal banyak orang karena prestasi cemerlang lo, dikenal guru-guru, dan pasti guru itu juga bangga, anak murid nya bisa berprestasi,"wah.. berarti saya udah berhasil didik anak murid saya sampai seperti ini," Bukankah itu menjadi pengalaman yang melekat banget dalam diri lo? Apalagi sampai orang tua lo ngeliat lo lagi dikalungin medali/megang piala. Senyum itu beda bro. Dan sebagai anak SMA yang pasti jadi pemburu dong. Pemburu undangan SBMPTN/SNMPTN atau beasiswa. Lo gausah susah-susah nguras otak karena soal seleksi yang bikin keriting tangan dan pikiran lo. Cukup tunjukkin prestasi lo aja, masuk tanpa tes. Mantep ga tuh.

Hits karena prestasi dan tetep rendah hati, itu lebih bernilai daripada hits ngoleksi poin gara-gara kelakuan yang gaada faedah nya. Nyesel sendiri di masa depan nantinya.

Okai, mungkin sampai sini dulu ocehan gue soal ini. Maaf kalo ada kata-kata yang menyinggung hati pembaca sekalian, jujur gue pun suka geregetan sama kondisi pelajar Indonesia jaman sekarang. Dan gue pun menyadari, hal ini juga menjadi bahan introspeksi diri gue sendiri kalo gue masih suka melakukan seperti yang diatas, dan kesalahan-kesalahan yang lain. Semoga ini bisa menjadi inspirasi untuk teman-teman juga, dan mewakilkan isi hati teman-teman yang suka kesel melihat hal seperti itu.

No matter what, keep chasing your dreams. Focus on your goals and if you ever feel like wanted to quit, remember why you started.

See you in my next posts!


Sekar. x




Thursday, October 12, 2017

My Thoughts | Talk Less, Do More.

Halo, semuanya! Back to my blog write. Di sesi My Thoughts kali ini, seperti biasa, gue mau ngeluarin semua unek-unek yang ada di pikiran gue. Tiba-tiba pikiran ini muncul di otak gue, dan gue gatau mau keluarin semua unek-unek ini dimana.

Gue, sebagai anak jurusan IPS, whiches selalu ingin tau what currently happens in our social life, and always curious about people and it's sociality, our society.
Belakangan ini, seperti yang saat ini lagi gue alamin, orang-orang sekarang, mostly pada mentingin omongan mereka daripada bertindak secara langsung. Kebanyakan omong kosong nya daripada berbuat nya.
Kenapa sih mereka kayak gitu? Yaaa kalian tau lah ya, contoh nya, permisalan, udah dari jauh-jauh hari temen se-angkatan kita mau ngadain reuni, sampe ngerencanain ini-itu di grup chat, ribet sana-sini, terus di H-1 nya atau pas hari H, tiba-tiba cancel. Without any reason. Jadi, itu cuma wacana? Yep.
Suka ngerasa prihatin sih gue ngeliat kayak gitu. Suka gue mikir, "woy buat apa lo ngabisin waktu berharga lo cuma buat ngurusin begituan? ngabisin kuota internet lo cuma buat chatting, ngerencanain ini-itu, terus ujung-ujungnya juga gajadi? percuma."

Orang sekarang, seperti yang kalian juga lihat di media sosial, lebih banyak nyinyir hal yang ga bermanfaat daripada melakukan sesuatu hal yang positif. Mereka emang udah terbiasa kali ya, lebih menggunakan mulut mereka daripada tindakan mereka. Disaat gue melihat hal yang kayak gitu, gue lebih memilih untuk diem, senyum, dan ngebiarin. Gue ngebiarin bukan berarti cuek ga peduli sabodo teuing. Gue diem karena gue yakin suatu saat, mulut mereka yang koar-koar tanpa faedah akan bungkam di saat yang tepat. Dan akhirnya, introspeksi diri lah jalan keluar nya. Gue juga berpikir kalo, apa yang bisa lo dapet cuma dari omongan? Bisa kah mendapat hasil/goals kalo lo cuma ngomong, ngomong, dan ngomong? Without doing anything? Cuma duduk diem dan bengong.

.
.
WOY SAINGAN LO UDAH SAMPE GARIS FINISH, DAN LO BELOM APA-APA?!

GILE.

Dan ada juga di hadis yang berbunyi,
"Berkata yang baik, atau diam."

Kalo lo lagi gabisa kontrol emosi lo disaat marah, jangan muntab. Coba tenangin diri lo dulu dan berdoa. Jangan sampe amarah lo melebihi batas wajar. Sampe berkata kata-kata kasar, pokoknya panas lah diliat nya. Apalagi sampe muncul konflik.

So, ayo lah mulai sekarang, gue ngajak temen-temen semua yang lagi baca tulisan gue ini, kita jangan kebanyakan bicara, apalagi yang gaada manfaat nya. Bicara, boleh-boleh aja, karena kalo diem terus, ga normal namanya. Setidaknya, sebelum bicara kita pikirin dulu. Think before you speak. Is it worth it? Is it helpful? If yes, speak. If not, don't. Jangan asal ngomong tanpa disaring. Nobody knows, kalo dari omongan lo itu bisa nyakitin perasaan orang lain, menyinggung perasaan orang lain.

Prove it from act, not just from words. Cause people trust from action, not from empty words.



Sekar. x

Saturday, June 10, 2017

My Thoughts | Bullying


Hello everyone! Welcome back on my blog write. At this time i want to share my thoughts about Bullying.
Kita semua tahu bahwa Bullying adalah hal aneh yang bisa terjadi di manapun. Entah di lingkungan rumah, maupun di sekolah. Bullying tidak juga terjadi di dua lokasi itu, tapi bisa juga terjadi di internet, yang dikenal sebagai Cyber Bullying. Bullying adalah suatu kekerasan yang dilakukan oleh si pelaku dengan maksud menyakiti hati atau perasaan si korban. Bullying dibagi menjadi dua jenis yaitu :

.) Mental bullying (Bullying mental)
.) Physical bullying (Bullying fisik)

Mental bullying adalah mem bully secara mental yang membuat si korban yang tadinya percaya diri menjadi tidak percaya diri dengan diri nya sendiri. Contohnya mengata-ngatai dengan perkataan yang menyakiti hati si korban, seperti mengejek, mengolok-olok, meng-underestimate. Contohnya, "Ah.. kamu bisa apa sih? Sok-sok an mau ikut kontes pidato itu.. Paling nanti demam panggung. Hahaha!" atau "Dasar payah! Di tegur guru gitu aja, sampe nangis. Drama queen!" dan perkataan mengejek yang lain.

Physical bullying adalah mem bully dengan kekerasan fisik seperti memukul, menendang, menonjok, yang membuat luka lebam di tubuhnya. Juga mem bully secara mental tapi menggunakan fisik, contoh nya, "Kurus banget sih? Gapernah makan ya?" atau "Dasar gendut! Saudara nya gajah, hahaha!"

2 jenis bullying ini bisa terjadi dan paling banyak terjadi di lingkungan sekolah. Sedangkan, lingkungan rumah atau internet (Cyber Bullying) biasanya termasuk yang Mental bullying.

Faktor utama terjadi nya bullying (Si korban) adalah :

1. Tidak berani membela diri
2. Memiliki kepribadian yang pendiam, dan suka menyendiri
3. Tidak bisa bersosialisasi dengan baik
4. Anti sosial

Faktor utama terjadi nya bullying (Si pelaku) adalah :

1. Kurang mendapat kasih sayang dari orang tua
2. Keadaan keluarga yang kurang harmonis (broken home)
3. Menyimpan dendam kepada seseorang
4. Suka melihat kekerasan/adegan kekerasan dari film atau pernah mendapat kekerasan dari orang tua

Anak-anak dengan umur dibawah 13 tahun / duduk di bangku TK/SD masih rentan dengan perilaku kekerasan. Mereka masih saat nya meniru apa yang mereka lihat. Juga, perasaan mereka sangat sensitif. Jadi, berhati-hati lah jika berbicara dan bertindak. Karena, perkataan yang mereka dengar dan perilaku yang mereka lihat dapat terekam di otak nya sampai mereka dewasa.

Dan apa yang harus dilakukan oleh si korban, si pelaku, orang tua, dan guru jika terjadi bullying terutama di lingkungan sekolah?
Sekolah merupakan tempat yang menyenangkan bagi murid untuk belajar banyak hal, bersosialisasi dengan teman, bermain, dan mendapat pengalaman yang tak bisa terlupakan. Tapi, bagaimana jika terjadi bullying yang dapat merampas kebahagiaan anak-anak di sekolah?

Kita sebagai murid harus menyadari bahwa kita ke sekolah untuk mencari ilmu, bukan mencari musuh. Sadari juga Bullying adalah hal yang tidak pantas dan kita semua tidak mau diperlakukan tidak baik. Kita punya kelebihan sendiri-sendiri yang perlu kita kembangkan, jadi jangan hiraukan apa kata orang tentang kamu. Mereka ingin melihat kamu gagal. Fokus lah pada diri mu, apa yang kamu lakukan, dan capai lah impian mu. Buktikan bahwa kamu bisa, dan apa yang dikatakan mereka tentang diri mu itu salah. Percaya pada diri mu sendiri bahwa kamu mampu dan kamu bisa.

Selektif lah memilih teman, mana menurut mu teman yang baik untuk mu, dan mana yang bukan. Surround yourself by positive people. Jangan pernah berpikir negatif, cause negative mind will never give you a positive life. Semakin kita ber ilmu, semakin selektif lah kita memilih teman. Teman yang selalu memberi mu energi positif, membantu mu disaat kamu susah, dan ada di sisi mu disaat kamu membutuhkan nya. Karena teman yang baik tidak akan membiarkan mu di bully oleh orang lain, dan berani membela kamu.

Untuk orang tua, berikan suasana yang menyenangkan dirumah, buat quality time dengan keluarga, dan jadi lah orang tua yang bersahabat dengan anak, mendengarkan curhat an anak dengan sepenuh hati dan berilah advice/nasihat yang membangun, dan membuat semangat sang anak menjadi energi yang positif.

Untuk guru di sekolah, selain memberikan pelajaran untuk murid, adakan juga pusat konseling dan peran guru dan orang tua adalah yang terpenting untuk tumbuh kembang anak. Guru punya kewajiban untuk memantau perkembangan belajar, dan apa yang terjadi di sekolah dengan murid-murid nya. Adakan juga kampanye anti-bullying untuk murid-murid di sekolah dan berikan pengertian tentang bullying yang dapat membahayakan.




Mungkin sampai sini dulu postingan aku soal bullying. Semoga dapat bermanfaat untuk pembaca sekalian. Sebagai korban bullying (yang tidak parah) aku pun merasa bahwa bully adalah hal yang tidak berguna. Aku merasa setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan nya masing-masing. Dengan kelebihan yang dimiliki, kamu bisa menemukan passion mu, Jadilah diri mu sendiri, fokus apa yang kamu lakukan sekarang, dan jangan hiraukan apa kata orang tentang kamu. You're worth! Have your own happiness.

Akhir kata, terima kasih sudah membaca tulisan blog ku. Sampai jumpa di tulisan ku selanjutnya.

Salam, Sekar. x